Login Form






Lupa Kata Sandi?
Belum memiliki akun? Daftar

Sedang OnLine

website memiliki 28 tamu-tamu online

 Feb   Mar 2010   Apr

SMTWTFS
   1  2  3  4  5  6
  7  8  910111213
14151617181920
21222324252627
28293031 
VC Funding High Level Synthesis
Serambi
Lembaga Pendidikan Seni Nusantara (LPSN) adalah lembaga nir-laba (not-for-profit), didirikan tahun 2002 oleh para peneliti, pendidik, dan penggiat seni. Program utamanya, merancang metodologi dan bahan ajar kesenian yang sesuai untuk sekolah umum (kini mulai di SMP dan SMA), untuk memberi apresiasi luas terhadap seni Nusantara. Titik tolak dasar pelajaran apresiasi LPSN pada khasanah budaya tradisional yang terdapat dalam konteks budaya berbagai tempat.
 

Berita PSN

  • 16:10 - 26.06.2009 Pusat Informasi >> Seputar Kesenian
    Pada hari Jumat, tanggal 29 Mei 2009 lalu, sejumlah aktivis mahasiswa STSI Bandung angkatan 2008 yang mengatasnamakan dirinya Sapu Nyere menyelenggarakan diskusi bertajuk “Pendidikan Seni Nusantara”. Acara diskusi ini diselenggarakan dalam rangka  Mieling Hari Pendidikan (memperingati Hari Pendidikan Nasional) yang jatuh pada tanggal 2 Mei setiap tahunnya. Diskusi dihadiri oleh lebih dari 50 orang siswa-siswi dari sejumlah SMK dan SMA…
  • 12:20 - 03.09.2009 Pusat Informasi >> Kegiatan LPSN
    Makalah Putu Wijaya, disampaikan dalam Seminar PSN "Menengok Ulang Multikulturalsime di Indonesia" pada tanggal 21 Juli 2009 di Gedung Graha Bakti, Mataram NTB.
  • 00:00 - 30.11.1999 Pusat Informasi >> Perkembangan LPSN

    Festival Guru Seni dan Budaya Se-Indonesia
    PPPPTK, Yogyakarta


    Pengantar

    Pertama-tama istilah ”Seni Budaya” dalam konteks ini diambil dari nama mata pelajaran yang kini dipakai dalam kurikulum sekolah umum, KTSP, secara nasional dari tingkat SD sampai SMA, yang sebelumnya bernama ”Kesenian” atau ”Kertakes” (Kerajinan Tangan dan Kesenian). Perubahan nama itu, tampaknya, berdasar pada lahirnya semangat baru…
  • 20:29 - 09.10.2008 Pusat Informasi >> Seputar Kesenian

    Saya sesungguhnya orang yang paling tidak sesuai dalam menggantikan Goenawan Mohamad yang berhalangan untuk berbicara pada acara yang sangat terhormat ini. Pertama, selain karena GM memang tak bisa “diganti,” saya adalah manusia yang paling sedikit mengenal Pak Djelantik. Kedua, saya juga mungkin adalah yang paling sedikit membaca bukunya yang sesungguhnya sangat menarik. Karena itu, dalam sejarah karir saya, inilah posisi…

  • 12:07 - 03.09.2009 Pusat Informasi >> Kegiatan LPSN

    Makalah Abdul Moqsith Ghazali pada Seminar PSN "Menengok-Ulang Multikulturalisme di Indonesia" di Gedung Graha Bakti, Mataram NTB, 21 Juli 2009

Audio

Buku PSN

  • gallery lpsn
  • gallery lpsn
  • gallery lpsn
  • gallery lpsn
  • gallery lpsn
  • gallery lpsn
  • gallery lpsn
  • gallery lpsn
  • gallery lpsn
  • gallery lpsn